SMANSA CUP 15-18 Februari 2011

|3 komentar
Pertandingan silat di SMA Negeri 1 Sukabumi yang diikuti oleh anggota Merpati Putih SMA Negeri 3 Sukabumi.
Alhamdulillah mendapatkan gelar juara umum.
Dengan perolehan juara sebagai berikut:

  • Medali Emas Kelas C Putri diraih oleh Puteri Rachmayanti yang juga merupakan atlit tunggal.
Puteri Rachmayanti
  • Medali Emas Kelas E Putri diraih oleh Khalida Juliani
Khalida Juliani

Merpati Putih di Jepang

|1 komentar
Merpati Putih tidak hanya eksis di Indonesia. Tetapi di negara lain juga.
Saya hanya mem-posting salah satu dari sekian banyak video.
Yakni video Mas Ipung yang di wawancara oleh NHK BS1 di Jepang.
Douzooo...!!!


Lima Syarat menjadi Pesilat Tangguh

|2 komentar
“Apa yang menjadikan seorang pesilat juara?” Ini adalah pertanyaan yang sering muncul di benak kita.

Untuk meraih keberhasilan di dunia olahraga pencak silat, menjadi kuat saja tidak cukup; Anda juga butuh teknik. Tetapi, teknik yang tajam juga tidak cukup; anda butuh strategi untuk meraih kemenangan. Tetapi fisik, teknik, dan strategi saja masih belum bisa mengantarkan anda menjadi juara; anda juga harus mempunyai etika, atau sopan santun pada orang-orang di sekitar anda; kemudian ada satu faktor terakhir yang sifatnya tak kasat mata: yaitu keberuntungan (luck).
Seorang pesilat yang tangguh harus meyakini bahwa kelima hal tersebut--fisik, teknik, strategi, etika dan luck--adalah lima hal yang menentukan seorang pesilat mejadi juara. Pertama kali saya mendengar teoi ini dari mas Edi Suhartono, kemudian saya berkali-kali mendengar orang lain membenarkannya, dan dalam pertandingan juga terbukti kebenarannya.



Sejarah Pencak Silat

|0 komentar



Tradisi silat diturunkan secara lisan dan menyebar dari mulut ke mulut, diajarkan dari guru ke murid. Karena hal itulah catatan tertulis mengenai asal mula silat sulit ditemukan. Di Minangkabau, silat atau silek diciptakan oleh Datuk Suri Diraja dari Pariangan, Tanah Datar, di kaki Gunung Marapi pada abad XI. Kemudian silek dibawa dan dikembangkan oleh para perantau Minang ke seluruh Asia Tenggara.

Kebanyakan sejarah silat dikisahkan melalui legenda yang beragam dari satu daerah ke daerah lain. Seperti asal mula silat aliran Cimande yang mengisahkan tentang seorang perempuan yang menyaksikan pertarungan antara harimau dan monyet dan ia mencontoh gerakan tarung hewan tersebut. Asal mula ilmu bela diri di Indonesia kemungkinan berkembang dari keterampilan suku-suku asli Indonesia dalam berburu dan berperang dengan menggunakan parang, perisai, dan tombak. Seperti yang kini ditemui dalam tradisi suku Nias yang hingga abad ke-20 relatif tidak tersentuh pengaruh luar.

Silat diperkirakan menyebar di kepulauan nusantara semenjak abad ke-7 masehi, akan tetapi asal mulanya belum dapat dipastikan. Meskipun demikian, silat saat ini telah diakui sebagai budaya suku Melayu dalam pengertian yang luas, yaitu para penduduk daerah pesisir pulau Sumatera dan Semenanjung Malaka, serta berbagai kelompok etnik lainnya yang menggunakan lingua franca bahasa Melayu di berbagai daerah di pulau-pulau Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan lain-lainnya juga mengembangkan sebentuk silat tradisional mereka sendiri. Dalam Bahasa Minangkabau, silat itu sama dengan silek. Sheikh Shamsuddin (2005) berpendapat bahwa terdapat pengaruh ilmu beladiri dari Cina dan India dalam silat. Bahkan sesungguhnya tidak hanya itu. Hal ini dapat dimaklumi karena memang kebudayaan Melayu (termasuk Pencak Silat) adalah kebudayaan yang terbuka yang mana sejak awal kebudayaan Melayu telah beradaptasi dengan berbagai kebudayaan yang dibawa oleh pedagang maupun perantau dari India, Cina, Arab, Turki, dan lainnya. Kebudayaan-kebudayaan itu kemudian berasimilasi dan beradaptasi dengan kebudayaan penduduk asli. Maka kiranya historis pencak silat itu lahir bersamaan dengan munculnya kebudayaan Melayu. Sehingga, setiap daerah umumnya memiliki tokoh persilatan yang dibanggakan. Sebagai contoh, bangsa Melayu terutama di Semenanjung Malaka meyakini legenda bahwa Hang Tuah dari abad ke-14 adalah pendekar silat yang terhebat. Hal seperti itu juga yang terjadi di Jawa, yang membanggakan Gajah Mada.

Sejarah Merpati Putih

|0 komentar

Merpati putih (MP) merupakan warisan budaya peninggalan nenek moyang Indonesia yang pada awalnya merupakan ilmu keluarga Keraton yang diwariskan secara turun menurun, yang pada akhirnya atas wasiat Sang Guru ilmu Merpati Putih diperkenankan dan disebarluaskan dengan maksud untuk ditumbuhkembangkan agar berguna bagi negara.

Awalnya aliran ini dimiliki oleh Sampeyan Dalem Inkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pangeran Prabu Mangkurat Ingkang Jumeneng Ing Kartosuro kemudian ke BPH Adiwidjojo (Grat I). Lalu setelah Grat ke tiga, R. Ay. Djojoredjoso ilmu yang diturunkan dipecah menurut spesialisasinya sendiri-sendiri, seni beladiri ini mempunyai dua saudara lainnya. yaitu bergelar Gagak Samudro dan Gagak Seto. Gagak Samudro diwariskan ilmu pengobatan, sedangkan Gagak Seto ilmu sastra. Dan untuk seni beladiri diturunkan kepada Gagak Handoko (Grat IV). Dari Gagak Handoko inilah akhirnya turun temurun ke Mas Saring lalu Mas Poeng dan Mas Budi menjadi PPS Betako Merpati Putih. Hingga kini, kedua saudara seperguruan lainnya tersebut tidak pernah diketahui keberadaan ilmunya dan masih tetap dicari hingga saat ini ditiap daerah di tanah air guna menyatukannya kembali.

Pada awalnya ilmu beladiri Pencak Silat ini hanya khusus diajarkan kepada Komando Pasukan Khusus ditiap kesatuan ABRI dan Polisi serta Pasukan Pengawalan Kepresidenan (Paspampres).
Didirikan pada tanggal 2 April 1963 di Yogyakarta, mempunyai kurang lebih 35 cabang dengan kolat (kelompok latihan) sebanyak 415 buah (menurut data tahun 1993) yang tersebar di seluruh Nusantara dan saat ini mempunyai anggota sebanyak kurang lebih dua setengah juta orang lulusan serta yang masih aktif sekitar 100 ribu orang dan tersebar di seluruh Indonesia.

Selamat Datang!

|1 komentar
Demo ekskul Merpati Putih (15-07-2010)


...Selamat Datang di blog ekstrakulikuler Merpati Putih SMA Negeri 3 Kota Sukabumi...

Kami berharap agar isi blog ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan menjadikan motivasi bagi rekan-rekan untuk melestarikan budaya bangsa ini. Terutama bagi kami selaku anggota Merpati Putih periode 2010-2011.
Mohon maaf apabila terdapat banyak kekurangan dalam blog ini. Mohon kritik dan saran dari rekan-rekan sekalian.
Terima kasih 


Admin